Lunturnya Permainan Tradisional

This slideshow requires JavaScript.

Bebentengan, Boy-boyan, Sorodot Gaplok, Sondah, Gatrik, Congklak, dsb. Merupakan permainan tradisional khas Jawa Barat. Ragam permaian tradisional yang merupakn ciri khas Jawa Barat tersebut saat ini mulai luntur. Anak pada zaman sekarang lebih memilih PS/PC game, Games di Komputer, board games dll ketimbang permainan tradisional.
“Ah lebih seru main PS,” ungkap Raihan (6). Penyebab utama lunturnya permainan tradisional menurut Kepala Seksi Kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, H.Tjep Dahyat, SH, MSi “Adanya pengaruh IPTEK dan perkembangan zaman, sehingga terjadi pergeseran kebudayaan yang menyebabkan permainan tradisional luntur.”
Anak-anak di zaman sekarang bermain cukup duduk manis didepan monitor, berbanding terbalik dengan anak-anak di zaman dahulu bermain diluar rumah, lapangan dan halaman luas. Menurutnya permainan tradisional dan modern memiliki dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. “Untuk permaian modern anak akan terbiasa bersahabat dengan teknologi, namun anak bermain secara individu. Untuk permainan tradisional makna dari kejujuran, kepercayaan dan kebersamaan akan tampak dalam permaianan ini,” ungkapnya.
Hadirnya permaianan modern membuat permaianan tradisional terpinggirkan. “Banyak cara untuk melestariakan permainan tersebut. Peranan dari elemen pemerintah, orang tua dan masyarakat menjadi faktor pendukungnya. Sebagai contoh, dilingkungan masyarakat alangkah baiknya pertandingan 17-an diisi oleh permaianan tradisional dalam rangka pelestarian kebudayaan,” tambahnya.
Dalam pelestarian kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menggelar kegiatan tahunan kaulinan budak lembur yang bernama Alim Paido. Kegiatan ini ditujukkan untuk mensosialisasikan permainan tradisional kepada masyarakat.
Kini permainan tradisional semakin luntur dengan hadirnya permainan modern berbau teknologi. Jika kita berfikir untuk melestarikan budaya bangsa, mungkin inilah salah satunya. Melestarikan permainan tradisional, yang notabane-nya acap kali disebut permainan kampung. Sebaiknya ada upaya dari orang-orang tua/dewasa yang pernah mengalami fase bermain permainan tradisional untuk memperkenalkan kembali kepada genersi muda. Mengenalinya kepada generasi muda, lalu mereka akan mencintai dan melestarikannya. Maka lestarilah kebudayaan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s